Puisi sedih dengan judul dipenghujung tarwihmu

Dimana ada pertemuan pasti akan ada perpisahan, dalam sebuah rumah pastilah berpenghuni ketika seorang bertamu pastilah di sambut dengan specialnya, sama halnya pada puisi ramadhan berikut mamfaatkanlah waktu sebaik mungkin, seekor kuda balap ketika diperaduannya telah melihat garis finish dengan dekat maka takkala ia memacu larinya secepat mungkin agar bisa mendapatkan yang terbaik, jangan sampai kita semua lupa bahwa kita pasti bisa lebih baik di penghujung finish bulan suci ramadhan ini dibandingkan seekor binatang. Penggambaran puisi lewat karya sederhana penulis dengan judul

Dipenghujung tarwih
Oleh jumaing

Malam ini
Lewat puisi ini
Aku bersemayam
Pada kalimat penuh makna

Takkala hariku berakhir
Dipengujung tarwihmu
Andai engkau sadari
Aku pergi dengan wajah berseri memucat

Kau memetik waktu dengan sebaik-baik waktu
Kau memanjatkatkan do’a serta pengharapan
Terimakasih kataku
Kau telah menyambutku dengan penuh kesyukuran

Perlahan waktuku mulai memudar
Diganti oleh hari yang biasa
Teruslah tawadhu karna selepas kepergianku
Disitulah bukti kesyukuranmu yang hakiki
Menungguku kembali
Pada lain waktu

Dalam hitungan hari pasti ada yang special dalam hitungan bulan pasti jua ada yang special. Semoga menyentuh hati dan bermamfaat.

Facebook Comments
bagikan ya Sobat di....Share on FacebookPin on PinterestShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Puisi sedih dengan judul dipenghujung tarwihmu | Rumah Puisi | 4.5